Inspiring mom

Ngopy dari grup saya di watsapp.. ceritanya menggetarkan dan bikin iriiiii...! :")

Namanya Ibu Septi Peni Wulandani. Kalau kalian search nama ini di google, kalian akan tahu bahwa Ibu ini dikenal sebagai Kartini masa kini. Bukan, dia bukan seorang pejuang emansipasi wanita yang mengejar kesetaraan gender lalala itu. Bukan.

Beliau seorang ibu rumah tangga profesional, penemu model hitung jaritmatika, juga seorang wanita yang amat peduli pada nasib ibu-ibu di Indonesia. Seorang wanita yang ingin mengajak wanita Indonesia kembali ke fitrahnya sebagai wanita seutuhnya. Dalam sesi itu, beliau bercerita kiprahnya sebagai ibu rumah tangga yang mendidik tiga anaknya dengan cara yang bahasa kerennya anti mainstream. It’s like I’m watching 3 Idiots. But this is not a film. This is a real story from Salatiga, Indonesia.
Semuanya berawal saat beliau memutuskan untuk menikah. Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa pernikahan adalah peristiwa peradaban, untuk kisah Ibu Septi, pepatah itu tepat sekali. Di usianya yang masih 20 tahun, Ibu Septi sudah lulus dan mendapat SK sebagai PNS. Di saat yang bersamaan, beliau dilamar oleh seseorang. Beliau memilih untuk menikah, menerima lamaran tersebut. Namun sang calon suami mengajukan persyaratan: beliau ingin yang mendidik anak-anaknya kelak hanyalah ibu kandungnya. Artinya? Beliau ingin istrinya menjadi seorang ibu rumah tangga. Harapan untuk menjadi PNS itu pun pupus. Beliau tidak mengambilnya. Ibu Septi memilih menjadi ibu rumah tangga. Baru sampai cerita ini saja saya sudah gemeteran.

Akhirnya beliaupun menikah. Pernikahan yang unik. Sepasang suami istri ini sepakat untuk menutup semua gelar yang mereka dapat ketika kuliah. Aksi ini sempat diprotes oleh orang tua, bahkan di undangan pernikahan mereka pun tidak ada tambahan titel/ gelar di sebelah nama mereka. Keduanya sepakat bahwa setelah menikah mereka akan memulai kuliah di universitas kehidupan. Mereka akan belajar dari mana saja. Pasangan ini bahkan sering ikut berbagai kuliah umum di berbagai kampus untuk mencari ilmu. Gelar yang mereka kejar adalah gelar almarhum dan almarhumah. Subhanallah. Tentu saja tujuan mereka adalah khusnul khatimah. Sampai di sini, sudah kebayang kan bahwa pasangan ini akan mencipta keluarga yang keren?
Ya, keluarga ini makin keren ketika sudah ada anak-anak hadir melengkapi kehidupan keluarga. Dalam mendidik anak, Ibu Septi menceritakan salah satu prinsip dalam parenting adalah demokratis, merdekakan apa keinginan anak-anak. Begitupun untuk urusan sekolah. Orang tua sebaiknya memberikan alternatif terbaik lalu biarkan anak yang memilih. Ibu Septi memberikan beberapa pilihan sekolah untuk anaknya: mau sekolah favorit A? Sekolah alam? Sekolah bla bla bla. Atau tidak sekolah? Dan wow, anak-anaknya memilih untuk tidak sekolah. Tidak sekolah bukan berarti tidak mencari ilmu kan? Ibu Septi dan keluarga punya prinsip: Selama Allah dan Rasul tidak marah, berarti boleh. Yang diperintahkan Allah dan Rasul adalah agar manusia mencari ilmu. Mencari ilmu tidak melulu melalui sekolah kan? Uniknya, setiap anak harus punya project yang harus dijalani sejak usia 9 tahun. Dan hasilnya?

Enes, anak pertama. Ia begitu peduli terhadap lingkungan, punya banyak project peduli lingkungan, memperoleh penghargaan dari Ashoka, masuk koran berkali-kali. Saat ini usianya 17 tahun dan sedang menyelesaikan studi S1nya di Singapura. Ia kuliah setelah SMP, tanpa ijazah. Modal presentasi. Ia kuliah dengan biaya sendiri bermodal menjadi seorang financial analyst. Bla bla bla banyak lagi. Keren banget. Saat kuliah di tahun pertama ia sempat minta dibiayai orang tua, namun ia berjanji akan menggantinya dengan sebuah perusahaan. Subhanallah. Uang dari orang tuanya tidak ia gunakan, ia memilih menjual makanan door to door sambil mengajar anak-anak untuk membiayai kuliahnya.
Ara, anak ke-2. Ia sangat suka minum susu dan tidak bisa hidup tanpa susu. Karena itu, ia kemudian berternak sapi. Pada usianya yang masih 10 tahun, Ara sudah menjadi pebisnis sapi yang mengelola lebih dari 5000 sapi. Bisnisnya ini konon turut membangun suatu daerah.
WOW! Sepuluh tahun gue masih ngapain? Dan setelah kemarin kepo, Ara ternyata saat ini juga tengah kuliah di Singapura menyusul sang kakak.

Elan, si bungsu pecinta robot. Usianya masih amat belia. Ia menciptakan robot dari sampah. Ia percaya bahwa anak-anak Indonesia sebenarnya bisa membuat robotnya sendiri dan bisa menjadi kreatif. Saat ini, ia tengah mencari investor dan terus berkampanye untuk inovasi robotnya yang terbuat dari sampah. Keren!
Saya cuma menunduk, what I’ve done until my 20? :0 Banyak juga peserta yang lalu bertanya, “kenapa cuma 3, Bu?” hehe.
Dari cerita Ibu Septi sore itu, saya menyimpulkan beberapa rahasia kecil yang dimiliki keluarga ini, yaitu:

1. Anak-anak adalah jiwa yang merdeka, bersikap demokratis kepada mereka adalah suatu keniscayaan

2. Anak-anak sudah diajarkan tanggung jawab dan praktek nyata sejak kecil melalui project. Seperti yang saya bilang tadi, di usia 9 tahun, anak-anak Ibu Septi sudah diwajibkan untuk punya project yang wajib dilaksanakan. Mereka wajib presentasi kepada orang tua setiap minggu tentang project tersebut.

3. Meja makan adalah sarana untuk diskusi. Di sana mereka akan membicarakan tentang ‘kami’, tentang mereka saja, seperti sudah sukses apa? Mau sukses apa? Kesalahan apa yang dilakukan? Oh ya, keluarga ini juga punya prinsip, “kita boleh salah, yang tidak boleh itu adalah tidak belajar dari kesalahan tersebut”. Bahkan mereka punya waktu untuk merayakan kesalahan yang disebut dengan “false celebration”.

4. Rasulullah SAW sebagai role model. Kisah-kisah Rasul diulas. Pada usia sekian Rasul sudah bisa begini, maka di usia sekian berarti kita juga harus begitu. Karena alasan ini pula Enes memutuskan untuk kuliah di Singapura, ia ingin hijrah seperti yang dicontohkan Rasulullah. Ia ingin pergi ke suatu tempat di mana ia tidak dikenal sebagai anak dari orang tuanya yang memang sudah terkenal hebat.

5. Mempunyai vision board dan vision talk. Mereka punya gulungan mimpi yang dibawa ke mana-mana. Dalam setiap kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat, mereka akan share mimpi-mimpi mereka. Prinsip mimpi: Dream it, share it, do it, grow it!

6. Selalu ditanamkan bahwa belajar itu untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari nilai

7. Mereka punya prinsip harus jadi entrepreneur. Bahkan sang ayah pun keluar dari pekerjaannya di suatu bank dan membangun berbagai bisnis bersama keluarga. Apa yang ia dapat selama bekerja ia terapkan di bisnisnya.

8. Punya cara belajar yang unik. Selain belajar dengan cara home schooling di mana Ibu sebagai pendidik, belajar dari buku dan berbagai sumber, keluarga ini punya cara belajar yang disebut Nyantrik. Nyantrik adalah proses belajar hebat dengan orang hebat. Anak-anak akan datang ke perusahaan besar dan mengajukan diri menjadi karyawan magang. Jangan tanya magang jadi apa ya, mereka magang jadi apa aja. Ngepel, membersihkan kamar mandi, apapun. Mereka pun tidak meminta gaji. Yang penting, mereka diberi waktu 15 menit untuk berdiskusi dengan pemimpin perusahaan atau seorang yang ahli setiap hari selama magang.

9. Hal terpenting yang harus dibangun oleh sebuah keluarga adalah kesamaan visi antara suami dan istri. That’s why milih jodoh itu harus teliti. Hehe. Satu cinta belum tentu satu visi, tapi satu visi pasti satu cinta

10. Punya kurikulum yang keren, di mana fondasinya adalah iman, akhlak, adab, dan bicara.

11. Di-handle oleh ibu kandung sebagai pendidik utama. Ibu bertindak sebagai ibu, partner, teman, guru, semuanya.
Daaaan masih banyak lagi. Teman-teman yang tertarik bisa kepo twitter ibu @septipw atau gabung dan ikut kuliah online tentang keiburumahtanggaan di ibuprofesional.com.

Hhhhmmm. Gimana? Profesi ibu rumah tangga itu profesi yang keren banget bukan? Ia adalah kunci awal terbentuknya generasi brilian bangsa. Saya ingat cerita Ibu Septi di awal kondisi beliau menjadi ibu rumah tangga. Saat itu beliau iri melihat wanita sebayanya yang berpakaian rapi pergi ke kantor sedangkan beliau hanya mengenakan daster. Jadilah beliau mengubah style-nya. Jadi Ibu rumah tangga itu keren, jadi tampilannya juga harus keren,
bahkan punya kartu nama dengan profesi paling mulia: housewife. So, masih zaman berpikiran bahwa ibu rumah tangga itu sebatas sumur, kasur, lalala yang haknya terinjak-injak dan melanggar HAM? Duh please,  housewife is the most presticious  career for a woman, right? Tapi semuanya tetap pilihan. Dan setiap pilihan punya konsekuensi  Jadi apapun kita, semoga tetap menjadi pendidik hebat untuk anak-anak bangsa

Wallahualambisshawab. Semoga ada yang bisa diambil pelajaran.

Karena sebaik2 nya manusia adalah yg paling bermanfaat. Semoga menginspirasi.. kalopun inspirasinya bukan datang dari saya paling tidak saya menjadi tangannya si pemberi inspirasi. Hhe.. sekalian sapu2 ladang hikmah..

Growing


Lagi iseng kepengen nge post sesuatu . sudah lama tidak mengetukkan jari jemari tuts-tuts laptop dan sekedar berbagi hikmah dan sharing ringan tentang apa yang saya alami dan hikmah apa yang saya dapat tangkap..HAP ! hehehe

selama di palembang, saya seperti masuk ke dalam mesin waktu doraemon dan membuka memori-memori lama saya. terutama masa- masa saya SMA. terlebih saya kembali di pertemukan dengan teman- teman "kriminal" saya selama SMA dulu. hihi.. ( tidak perlu diceritakan betapa banyak hal hal horor yang kami lakukan dan serunya masa2 SMA saya dulu ya :p ).

kini kami bertemu bukan dalam rangka buka bersama puasa atau reuni yang secara khusus dirancang, melainkan di acara-acara pernikahan. ah, time goes fast :").. usia kami menua dan penampilan kami pun berbeda tidak lagi putih abu-abu atau batik biru abu-abu, melainkan hitam putih kuning coklat full colour :D, yang dulunya belum berhijab kini sudah anggun dengan hijabnya. yang pria makin gagah dan yang wanita makin pandai menggunakan eyeliner. haha... dulu kita pasti cari tempat makan termurah dan tunjuk-tunjukkan minta ditraktir atau sumsuman buat makan-makan, sekarang mah beda.. berdiri depan kasir, eh udah dibayar (hehe ;p) dan serunya lagi ketika kami saling berkirim foto saat masih unyu-unyu. tak kuasa menahan tawa namun haru serta sedih juga menyergap di dinding dada.. ah. kami telah beranjak dewasa..

tapi saya yang cengeng ini apa sudah bisa dibilang dewasa ?
pertanyaan ini kerap muncul, bukan karena kecengengan saya saja, tapi saya kerap tidak mampu mengetahui letak kesalahan saya sebelum ada yang menunjukkan dimana letak itu. ke tidak mampuan saya menata langkah saya, hingga saya sering merasa diam di tempat sementara yang lain telah jauh berlari. ketidak mampuan saya untuk bertanggung jawab penuh terhadap komitmen dan amanah, dan ke tak berdayaan saya untuk bangkit sendiri ketika dihempas badai ujian. rasanya pengen teriak dan bilang "please, ajari saya menjadi dewasa!" :'D

dan ternyata saya hanya manusia biasa yang terus belajar dewasa..
Irhamna Ya Allah, hati ini seringkali sombong merasa paling benar, mudah ujub dan riya, kekanak-kanakan, ingin selalu diperhatikan, tidak peduli sekitar dan cengeng.. izin kan saya terus belajar dari tiap ujian nikmat dan ujian penat yang kau titipkan, hingga saya kembali tersadar bahwa bukan melihat besar kecil ujiannya namun seberapa mampu dan bagaimana menyikapi ujian itu lebih penting. sejauh mana hati ini menggantungkan harapan kepada-Nya saja, sebesar apa keikhlasan ini dan seyakin apa kita dengan ke-Maha-anNya.

lautan nikmat membuat kita terlena , lilitan masalah membuat kita menjauh dari Allah. hamba macam apa saya ini? :")

bila tak mampu berlari, berjalanlah
bila tak sanggup berjalan, merangkaklah..
yang terpenting bagaimana kita menyadari bahwa meskipun dalam keadaan merangkak, berjalan , maupun berlari, langkah kita selalu menuju Allah meskipun jalanan sedang menukik turun maupun menanjak naik, hanya untuk meraih cinta-Nya Allah.. 

Berani !  karena Allah :)
 
 
   

Positif..

Bismillahirrahmanirrahim,
07.15 arrive kampus, Hari ini menjadi hari penting dalam kehidupan saya karena hari ini menjadi penentuan kelayakan saya sebagai seorang mahasiswa untuk menjadi seorang sarjana.
Alhamdulillah berhasil saya lewati , walaupun harus merasakan dulu dilempar kerikil panas diawal sebelum akhirnya saya lulus dipandangan manusia.
Salah satu sahabat berkata "Kamu koq masih bisa ketawa met, kalo aku mungkin sudah nangis di depan, koq kamu bisa tegar banget? "
Tegar ?? Haha. Entahlah, saat itu saya tidak menjawab. Namun sekarang saya telah dapatkan jawabannya :)
Saya menemukan dua buah ayat yang walaupun redaksinya tidak sama tapi maknanya sama.
"Tiada ada orang yang berputus asa dari rahmat Allah , kecuali orang yang sesat dan orang yang kafir"#jleb
Soo, orang yang mengeluh dan merasa paling derita,orang yang sesat dong..?
Orang yang putus asa dan ga sadar kalo Allah lah yang memberi masalah sepaket dengan solusinya, berarti dia tidak bedanya dengan kafir dong ..?
Jadi, alangkah baaiknya kita selalu berbaik sangka atas semua skenario ALLAH KAN YAH ?
^^

Ayat tersebut terbenam dalam mindset saya, dengan begitu tetap nyenyak lah saya tidur, tetap nikmatlah saya makan dan tetap tertawalah saya merasakan suatu canda.
Alhamdulillah... :D

Hari ini memang tidak semulus hari kemarin, ada saja hal-hal yang kurang di pandangan saya sebagai manusia biasa. Namun bukan karakter saya berlarut dalam sedih atau galau.hehehe.
Alhamdulillah, Allah sepertinya memberi saya ambang batas geli yang rendah , makanya saya suka sekali ketawa. Hhaha :p

Selain itu, Allah yang Maha penyayang mendekatkan saya dengan orang-orang terpilihNya , yang hadirnya saja mampu menguatkan saya , yang melihat sosoknya saja menambah imunitas terhadap masalah dan memompa semangat saya. Alhamdulillah mereka semua hadir, yah semuanya hadir.. orang-orang hebat yang saya sebut sahabat... terimakasih :)

23.19
Alangkah lapang dan bahagianya hidup jika hanya tersedia energi positif yang bersemayam dalam diri dan sekeliling saya,  aah, semoga saya sanggup..

Jujur

Ruang yang paling nyaman,
Tak bersekat, tembus pandang
Tak ber kipas namun menyejukkan
Ruang bersembunyi paling aman.
Namun sering dikosongkan

Itulah, ruang kejujuran..

Sudah hampir 2 minggu ini saya memprogram diri saya untuk menulis setiap harinya.
Tulisan apapun, baik puisi, doa, kata kata sepenggal maupun gambar-ketika kata-kata tak mampu mengungkap rasa- *tsaah.hhe

Semakin sering saya menulis, semakin lapang hati saya, semakin terkembang senyum saya dan semakin jernih pikiran saya. Dan cukup satu rahasianya.

Menulislah dengan jujur.

Tanpa berharap penilaian siapapun kecuali Allah Saja, tanpa merasa beban untuk menulis semua. Namun pastikan selalu tersambung benang merah denganNYA,

karena yakinlah, arah tinta pena ini mampu mengubah dunia .

Bergeraklah

Seminggu yang lalu , selama satu minggu saya mengikuti sebuah pelatihan yang sedikit banyak  mampu membuka cakrawala saya, menemukan saya dengan orang orang yang mampu menginspirasi di tiap-tiap individunya'
Satu hikmah dari beribu hikmah yang saya dapatkan disana adalah Tetaplah mengeksplorasi diri ,pilihlah pasangan yang bisa saling berkolaborasi, bangunlah keluarga yang salings sayang, jadikan rumah kita kelak madrasah cinta sepanjang masa dan jadilah manusia yang mampu berkontribusi untu negeri.. terimakasih FORUM INDONESIA MUDA  :)


Posted via Blogaway

dan terjawab saat itu juga

suatu saat saya berkata pada hati saya, ketika air mata tidak terbendung, ketika nyeri di ulu hati tidak tertahan dan ketika pikiran ini menyempit. 
"mensyukuri yang kita miliki itu sulit , apalagi mensyukuri yang TIDAK kita miliki :)
mendewasalah wahai jiwa. jernihlah wahai hati . 
hanya orang-orang dewasa lagi jernih hati dan pikirannya yang pandai bersyukur dan Allah cinta."

ketenangan pun muncul, namun semenit kemudian rasa itu hinggap lagi.
perih.. semakin perih , bahkan jauh lebih perih dari sebelumnya.
aaah, ini bukan saya, saya tau diri saya tidak seperti ini..  
seketika saya berdoa memohon petunjuk-Nya
dengan mengucap Basmallah, saya ambil Al-Qur'an merah itu , membuka lembaran-lembaran ayat cinta Allah . 

dan terjawab saat itu juga...


Q.s An Nisaa 32

32. Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

dan surat cinta Allah ini menggugah batin, ibarat lecutan halus untuk jiwa lemah saya.
janganlah iri, memohonlah pada ALLAH atas karunianya dan ALLAH maha mengetahui segala sesuatu
:')

dan ketika lembaran lain terbuka, maka dipertemukanlah saya dengan satu ayat lainnya, dan kini ALLAH tunjukkan teknisnya 


وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا مَا آتَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ
Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka). (Q.S At-Taubah;59)


it's simple..

n i smiled again
:) 



Jilbab traveler : preparation time ( tips trik sebelum ke Jepang) :D

Alhamdulillah.. JAPAN ! here i come... ! 
after a month waiting, finally the day is coming :)
maybe, this is something that they called ..

THE DREAM COMES TRUE ....^^


ya ..sebelum saya mengenal islam yang sesungguhnya, saya sempat terjebak dalam ke'alay'an remaja pecinta komik-komik jepang. dari yang paling jadul seperti doraemon  kemudian miiko, nakayoshi, detektif conan, serial - serial cantik hingga komik yang ga masuk akal banget kesukaan saya adalah Death Note -tiruan bukunya saya punya lho- hhaha. setidaknya dari hobi yang sudah lama saya tinggalkan itu, saya berani bermimpi bahwa suatu saat saya akan ke negara dimana tempat-tempat itu terlihat jelas di bayangan saya. dimana sang penulis pintar sekali memainkan imajinasi saya membayangkan betapa teratur dan majunya negara tersebut.. apakah benar seperti itu ? let's see..

Pengalaman adalah guru yang terbaik, mungkin disini saya akan sharing pengalaman saya di negeri Aoyama Gosho ini,ini perjalanan terjauh saya, untuk pertama kali tanpa keluarga, ke negeri yang bahasa nya sama sekali saya tidak mengerti "blank" >.<
Alhamdulillah beberapa negara pernah sya kunjungi tapi dengan menggunakan jasa travel agent. sehingga untuk urusan bahasa, hotel , tempat wisata dan makanan halal alhamdulillah sudah diatasi. ( saran saya kalau ada uang lebih silahkan menyewa travel agent, tapi kayaknya akan lebih romantis kalo tersesat bersama istri/ suami bacpackeran hha.. ;) )

Prepare sebelum keberangkatan ..#jreng
seminggu sebelum berangkat
 
* cari informasi sebanyak-banyaknya. Saya mulai mencari info tentang jepang di google. dan ternyata sangat mudah tinggal search aja koq dan semua tersedia sampe ke peta-petanya. sebaiknya peta dan semua informasi yang dibutuhkan seperti nomer telepon tujuan di PRINT dan dalam bahasa inggris karena disana nanti tersedia banyak peta gratis tapi bahasanya jepang semua :")

* Pelajari bahasa jepang. Bawa kamus bahasa jepang atau setidaknya bisa membaca bahasa jepang atau sedikit conversation dalam bahasa jepang, Masyarakat jepang kebanyakan tidak bisa bahasa Inggris mereka masih memegang teguh bahasa nasionalnya, tapi jangan malu bertanya karena walaupun mereka tidak bisa menjawab dalam bahasa inggris mereka akan BERUSAHA ! ya bener-bener berusaha untuk mengerti maksud kita dan menolong kita. orang jepang itu spesies manusia terbaik, TOTALITAS dan pekerja keras yang saya kenal.. dan saya belajar dari mereka.. bayangkan selama perjalanan saya ngobrol sebelahan dengan menggunakan google translete ! thanks google :")
meskipun saya berprinsip penampilan tidak bisa jadi dasar dalam menilai orang, tapi dalam urusan bertanya silahkan pilih bapak-bapak berpakaian kantoran rapi atau mbak-mbak ber topi cantik, berdasarkan survey pengalaman sih mereka bisa diajak komunikasi bahasa inggris. hehehe

* atur keuangan, paling banyak uang akan habis untuk transportasi, karena di jepang transportasinya sudah maju .tidak perlu khawatir banyak pilihan untuk sampai tujuan . tapi rata-rata orang jepang menggunakan kereta lokal atau untuk menghemat (biayanya transport mahal !) mereka berjalan kaki atau bersepeda.
kalo dirinci-rinci budgetting untuk transportasi harus yang terbesar yah . contoh rincian saya :)
transport  30%
makan 15 %
akomodasi 25 %
oleh-oleh 10%
wisata 15 %
tidak terduga 5 %
jangan pelit untuk  biaya makan, karena jangan sampai kita sakit di negeri orang :) . karena kebetulan saat saya ke jepang sedang Ramadhan maka budget untuk makan saya pindahkan ke oleh-oleh. hehe

*Change the Money, alangkah baiknya jika rupiah ditukar dalam yen saat kita di Indonesia. Why? kedodolan saya terjadi ketika saya sampai di airport Kuala Lumur untuk transit, saya hendak menukar rupiah menjadi ringgit dan dari ringgit ke yen. saya yang sudah lama tidak belajar angka-angka mengutak utik kalkulator dan it didn't work saya memang payah dalam hitung-hitungan, sehingga yang saya tahu harga rupiah semakin rendah di luar daripada di Indonesia. saya butuh waktu berjam-jam merenung untuk menukar atau tidak uang ini? koq jatuhnya lebih sedikit yah dapet yen nya ? jangan heran uang setumpuk kita cuma selembar. dan ketika uang berkali-kali di ganti ke kurs uang yang lain,nilai nya semakin turun..

* Cek teman indonesia atau kenalan ikhwah di Jepang . Ukhuwah Islamiyah terjalin meski kita di belahan dunia yang berbeda, saya berkomunikasi dengan beberapa ikhwah yang sedang bersekolah disana. ALHAMDULILLAH, ALLAH tunjukkan kuasa-Nya dan Maha Baik-Nya Ia. manisnya akan saya ceritakan di lain waktu.. Indahnya Ukhuwah ;)

*packing time ! siapkan dokumen , pastikan visa dan paspor selesai sebelum keberangkatan . karena saya ke jepang juga dalam rangka tugas, tidak lupa saya membawa slide presentasi , wohooo, untuk pertama kalinya saya jadi presentan di depan bule membayangkannya saja saat itu saya nervous :D.
Seperti biasa saya packingnya last minute hhe , bawa yang penting saja dan sedikit baju, di tokyo ada layanan laundry pake koin dan mobilitas disana harus cepat jadi alangkah ribetnya jika bawa 1 tas dukung satu tas tangan dan satu koper (eh itu saya! hha #tidakuntukdiikuti!!).

yang paling penting buku agenda dan pena.  karena saya bertekad menjadi makhluk yang manis dan lugu, sekaligus analitis dan kritis menikmati petualangan ini. saya bertekad untuk melihat , mengamati , mendengar , dan menyerap SEMUA dan SEBANYAK-BANYAK nya. Nikmati ! hingga yang teremeh pun sesungguhnya menarik untuk dinikmati :)

26 Juli 2013
di udara antara kuala Lumpur- Osaka
 06.00 am
ketika terbangun, mataku terpaku cantiknya langit-Mu, hangatnya matahari-Mu, lembutnya awan-Mu , oranye dan biru yang amat cantik.
tahukah wahai kekasih ku, arti Al-Matsurat begitu mendalam pagi ini :)
"Milik Allah lah apa yang ada di langit dan di bumi" dan kini aku di langit-Mu menatap megahnya bumi-Mu , betapa  maha Besarnya Engkau ya Allah, apa aku bermimpi ? :D . Tanpa sadar beberapa orang menatapku heran, Subhanallah tiba-tiba terbersit keindahan dan kesyukuran yang paling mendalam..
Alhamdulillah , I FOUND THE HIKMAH !!.. I'M PROUD BEING A MUSLIMAH !
katakanlah aku seorang muslimah and i'm proud of it. Banggalah pada Al-Quran di tangan ini. jangan sampai picingan mata mereka menghambat tilawah . seandainya perasaan ini bisa kutumpahkan dalam tulisan, betapa bangganya aku dengan penciptaku. kesempatan merasakan suasana berbeda di tempat dan waktu yang berbeda pula, akan menambah kesyukuran dan kepekaan terhadap nikmat ALLAH. ALLAHU AKBAR. ridhoi perjalanan ku . jangan tinggalkan hamba-Mu ini walau sedetik :')
-catatan kecilku sebelum akhirnya mendarat di Kansai International Airport, Osaka-

tiap perjalanan seharusnya mendekatkan diri kita kepada ALLAH , membuat diri semakin khusyu mengejar Ridho-Nya. semakin menambah kesyukuran sebab kita telah diizinkan untuk melihat lebih banyak :)
tersadar kesempatan seperti ini tidak datang pada setiap orang, let me say ALHAMDULILLAH..

-to be continued-