HARMONI
Alhamdulillah, another part of my life began.. >,<
becoming a DOCTOR ! well, dengan embel-embel "muda " di belakangnya.. yang masih menandakan masih minusnya skill kita karena masih minimnya jam terbang ketemu pasien langsung. but you know ! it really excited ! hehe
#first week ( masa orientasi )
euforia nya pindah dari masa pre klinik ke klinik masih jelas kerasa, wuihh rasanya happy banget bisa pake jas snelli warna putih mentereng *masih bau toko* di lorong-lorong rumah sakit (belakangan sadar, kalo sneli itu berat banget yah,, berat beban tanggung jawabnya.haha) . my first stase adalah stase anak, karena sedang masa orientasi, kebiasaan stase ini adalah perkenalan atau operan dari dokter dan coass yang sebelumnya, sedikit banyak dapet cerita yang horor di stase ini baik penghuni yang nyata maupun tidak nyata nya. hahahaha... the most important point adalah coass harus tau karakter perseptor atau dokter-dokter konsulen yang akan kita hadapi. stase anak katanya paling detil kalo buat statusnya, paling objektif dokter-dokternya, paling capek mental, paling garang di stase mayor. selamat ya meta , mari kita buktikan kebenarannya ! well, like my brother said "welcome to the jungle !" .
#second week ( Ruang anak thalasemia dan hemofilia )
*hamdalah* stase pertama dimulai ditempat yang aktifitas nya teratur dan tidak terlalu padat. di bagian ini adalah tempatnya kita belajar nginfus, ganti infus, protokol transfusi darah dan pemeriksaan fisik sebanyak-banyaknya dan selengkap-lengkapnya. Pasien-pasiennya pun lebih pandai dari kita secara keterampilan selang menyelang dan transfusi, so, coass jangan sok pinter karena mereka adalah pemain lama yang emang rajin transfusi dari usia bayi sampai remaja. SALUUUUT...
disini saya bertemu dengan seorang perempuan yang tampakk lebih muda dari usianya, senyum tawa sepertinya tidak pernah lepas dari mukanya , settingannya ceria banget deh mukanya.. but you know what,, dia punya 3 anak dari 5 orang anaknya dan cucu nya semua punya thalasemia :')) but, she always looks happy and spread their happiness to other patient.. disana saya belajar, untuk banyak bersyukur dan tersenyumlah ! orang lain tidak perlu tahu permasalahan kita dan sebarkan kebahagiaan pada orang lain karena kita tidak tahu atau mungkin tidak sadar senyum kita yang mana yang mampu menguatkan oranglain..
:):):)
kemudian saya bertemu dengan sisil (nama samaran) seorang pasien thalasemia yang masih sering berkomunikasi dengan saya lewat sms. ia berusia 17 tahun namun perawakannya seperti usia 12 tahun, jangan heran karena pasien-pasien thalasemia masih keliatan kayak anak-anak imut-imut karena mereka mengalami masalah pertumbuhan. Mungkin ada rasa "terbuang" dimana untuk anak remaja seusianya yang selayaknya bersekolah dan bercanda di kantin dengan teman-teman,tapi justru harus terhambat karena sakitnya. Tapi keikhlasannya yang luar biasa membuatnya mampu menghadapi penyakitnya dengan tidak berhenti berkarya, salah satu karyanya tertata manis di kamar saya. Ia pandai sekali membuat bunga dari plastik kresek atau kantong asoy hehehe.. aaah, Allah maha adil , tak pernah Ia berikan seseorang dengan kelemahan tanpa kelebihan. sisil pinter kecil-kecil udah bisa cari uang dari hasil prakarya nya. " sisil, hebat kamu dek.."
aah,tiba-tiba kehilangan kata-kata, tapi yang pasti di tiap-tiap raga yang sakit masing-masing mengandung cerita penuh hikmah, menyimpan kekuatan, membangkitkan inspirasi yang membuat saya mengerti hidup ini. Allah menciptakan harmoni yang begitu indah di balik sakit, sehat , duka maupun suka..
ada harap untuk kesembuhan, ada ikhlas menerima ujian, ada senyum dalam tangisan dan ada tangisan dalam senyuman. kebesaran hati mereka dan keluarga mereka menohok saya. Betapa kecilnya syukur ini dengan segala nikmat yang ALLAH berikan.
terimakasih ya Allah, telah kau tunjukkan dan hadirkan harmoni untuk bisa saya nikmati bersama nafas yang Engkau titipkan dan dengan senyuman terindah.. saya akan berusaha untuk tidak mengeluh lagi..kuatkan saya ya Allah ..

Semangaat metaa..tetaplah rendah hati :")