Growing
Lagi iseng kepengen nge post sesuatu . sudah lama tidak mengetukkan jari jemari tuts-tuts laptop dan sekedar berbagi hikmah dan sharing ringan tentang apa yang saya alami dan hikmah apa yang saya dapat tangkap..HAP ! hehehe
selama di palembang, saya seperti masuk ke dalam mesin waktu doraemon dan membuka memori-memori lama saya. terutama masa- masa saya SMA. terlebih saya kembali di pertemukan dengan teman- teman "kriminal" saya selama SMA dulu. hihi.. ( tidak perlu diceritakan betapa banyak hal hal horor yang kami lakukan dan serunya masa2 SMA saya dulu ya :p ).
kini kami bertemu bukan dalam rangka buka bersama puasa atau reuni yang secara khusus dirancang, melainkan di acara-acara pernikahan. ah, time goes fast :").. usia kami menua dan penampilan kami pun berbeda tidak lagi putih abu-abu atau batik biru abu-abu, melainkan hitam putih kuning coklat full colour :D, yang dulunya belum berhijab kini sudah anggun dengan hijabnya. yang pria makin gagah dan yang wanita makin pandai menggunakan eyeliner. haha... dulu kita pasti cari tempat makan termurah dan tunjuk-tunjukkan minta ditraktir atau sumsuman buat makan-makan, sekarang mah beda.. berdiri depan kasir, eh udah dibayar (hehe ;p) dan serunya lagi ketika kami saling berkirim foto saat masih unyu-unyu. tak kuasa menahan tawa namun haru serta sedih juga menyergap di dinding dada.. ah. kami telah beranjak dewasa..
tapi saya yang cengeng ini apa sudah bisa dibilang dewasa ?
pertanyaan ini kerap muncul, bukan karena kecengengan saya saja, tapi saya kerap tidak mampu mengetahui letak kesalahan saya sebelum ada yang menunjukkan dimana letak itu. ke tidak mampuan saya menata langkah saya, hingga saya sering merasa diam di tempat sementara yang lain telah jauh berlari. ketidak mampuan saya untuk bertanggung jawab penuh terhadap komitmen dan amanah, dan ke tak berdayaan saya untuk bangkit sendiri ketika dihempas badai ujian. rasanya pengen teriak dan bilang "please, ajari saya menjadi dewasa!" :'D
dan ternyata saya hanya manusia biasa yang terus belajar dewasa..
Irhamna Ya Allah, hati ini seringkali sombong merasa paling benar, mudah ujub dan riya, kekanak-kanakan, ingin selalu diperhatikan, tidak peduli sekitar dan cengeng.. izin kan saya terus belajar dari tiap ujian nikmat dan ujian penat yang kau titipkan, hingga saya kembali tersadar bahwa bukan melihat besar kecil ujiannya namun seberapa mampu dan bagaimana menyikapi ujian itu lebih penting. sejauh mana hati ini menggantungkan harapan kepada-Nya saja, sebesar apa keikhlasan ini dan seyakin apa kita dengan ke-Maha-anNya.
lautan nikmat membuat kita terlena , lilitan masalah membuat kita menjauh dari Allah. hamba macam apa saya ini? :")
bila tak mampu berlari, berjalanlah
bila tak sanggup berjalan, merangkaklah..
yang terpenting bagaimana kita menyadari bahwa meskipun dalam keadaan merangkak, berjalan , maupun berlari, langkah kita selalu menuju Allah meskipun jalanan sedang menukik turun maupun menanjak naik, hanya untuk meraih cinta-Nya Allah..
Berani ! karena Allah :)
