Diuji nasihat sendiri
bila saya tidak mampu menemukan keheningan dalam diri saya, maka tidak ada satupun tempat yang akan mampu memberi ketenangan
duh, apa ide menulis harus hadir setiap saya sedih ,setiap saya kecewa dan setiap saya merasa marah .haha lucunya saya :"D.
saya berusaha berada dalam hening paling dalam, setelah tanpa daya sungai di ujung mata saya jebol dan mengalir bersama nyeri yang menyesakkan dada dan kepala. Inilah yang bisa saya gambarkan dalam jiwa saya, sejak tadi pagi hingga senja tadi saya merasa sepi.. rasa hendak kehilangan.. rasa takut kehilangan.. bercampur mengaduk aduk jiwa saya , ah apa rasa itu datang lagi..
baru tadi malam saya menulis di akun twitter. beruntungnya saya memiliki sahabat yang memiliki visi yang sama, komitmen yang kuat dan tidak mengukur harta . sementara teman yang datang disaat kita jaya akan hilang sekejap saja. tapi ternyata saya diuji kata-kata sendiri . :)
mungkin saya terlalu banyak salah, terlalu banyak membuat kesal dan marah, membuat tidak nyaman jiwa-jiwa yang tertoreh oleh kelakuan saya yang tidak semuanya benar.hingga orang saya percaya tidak bisa lagi jujur terhadap saya. lama mengenalnya pun bukan jaminan saya mengenalnya dan dia mengenal saya :)
satu hal yang harus saya ingat, salah satu di Q.S Al-Baqarah "Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang sabar.
yahh, saya berusaha sabar dan berbaik sangka, alhamdulillah ikhtiar saya dibantu Allah, tidak Allah biarkan saya sedih terlalu lama,karena saya tidak mau kesedihan saya memengaruhi mereka yang menyayangi saya .hingga akhirnya seseorang menasehati saya. tidak asing kata-katanya.
"puaso ini nii ta, jangan nangis selaen buat ALLAH", jlebb !!
"iyo rugilah , idak puaso bae rugi, apolagi bulan suci cak ni, kau kan sudah paham tentang mentauhidkan Allah, pake ilmunyo"
haha.. saya tertohok, kalimat yang sama yang pernah saya katakan kepadanya :)
saya pernah menguatkannya dengan kata-kata ini, dan kali ini dikembalikan kepada saya. intinya, jangan menangis selain untuk Allah. okesip !
lalu, ketika saya dibuat kecewa, haruskah saya marah ? mungkin saya memang seburuk itu atau mungkin lebih buruk lagi, tapi Allah yang Maha Penyayang yang telah menutup aib-aib saya. dan kekeliruan yang sangat fatal ketika saya salah menyikapi. ketika saya meraung-raung sedih disini sendiri. toh, mungkin yang disana aja biasa aja ga mikirin kita, ruginya saya ketika kehilangan semangat tilawah saya, ruginya saya ketika waktu saya menghafal ayat-Nya jadi berkurang hanya karena waktu saya terbuang untuk merenung hal yang sia-sia, ruginya saya ketika undangan berbuka bersama dengan anak yatim dan tadarus Al Qur'an saya tinggalkan hanya karena saya merasa lemah dan pasrah. saya diabaikan makhluk-Nya dan saya balas dengan mengabaikan waktu saya bersama-Nya.. ahh ruugiiiii :"(.
*ah elu mah emang dasarnya cengeng met ! haha..seharusnya saya bersyukur telah diberi rasa sakit ini oleh Allah. masih bisa menangis, kan itu artinya saya masih punya hati ? bukan sekedar hati, tapi hati yang sensitif ,yang mampu bahagia dan luka , yang lembut dan yang masih bisa "merasa". Dan airmata tadi membawa semua kotoran di mata hingga bening dan bersih dari debu-debu. bayangkan jika mata ini jarang menangis, perih ga tuh ? menangislah karena mencintai Allah dan berserah kepada-Nya. air mata ini lebih bernilai pahala dari pada nangisin orang , eh orang yang ditangisin ga tau koq kita nangis :)
Subhanallah, sungguh Allah memberi pelajaran yang sangat indah pada hari ini. MAAF adalah kewajiban kita untuk memberi dan meminta, saya sudah memaafkannya dan saya mohon maafkan saya juga. saya sadar Allah maha menggenggam hati, maha membolak balikkan hati. tidak selamanya saya dan sahabat tertawa bersama. bersyukurlah hadirnya mengisi dua sisi hidup saya. ada dari nya yang membuat saya terlihat sangat tidak berguna namun ingatlah dari nya yang dulu memberi saya ruang berbagi dan menemani saya mencari jati diri dan bersama meraih mimpi.. terimakasih..
Allahuma ya Allah,lindungi hamba dari rasa takut selain kepada Engkau,rasa mengharap kebahagiaan, rasa patuh kepada selain Engkau,sungguh saya tidak mampu melindungi saya sendiri. wahai Nurul Qolbu yakinkan hamba tidak ada lagi yang mampu membuat saya terluka ketika saya menyadari betapa maha besarnya Engkau


