memaknai kegagalan
Bersyukurlah atas apapun yang kita alami. berikan makna syukur untuk segala situasi yang kita hadapi.
Hari ini saya mengikuti ujian penting di kampus dan bulan-bulan ini adalah nulan tersibuk dalam perkuliahan saya. saya tidak ingin mengulang ujian ini karena pastinya akan menguras waktu dan pikiran saya lagi...tapi saya melakukan kesalahan fatal, hal yang ditakutkan terjadi,yaitu KEGAGALAN dan setelah itu hal itu terjadi maka saya pun "Blank" sehingga dapat diastikan saya akan mengulang. pasti :D
sepanjang turun tangga kampus menuju parkiran, pikiran saya melayang, mencoba mencari makna lain dan hikmah yang tersirat.kemudian saya bertanya dalam hati " apakah makna gagal sebenarnya? , apakah yang saya lakukan tadi adalah suatu bentuk kegagalan?
BETUL, bahwa hidup tidak selalu indah. betul bahwa kehidupan tidak selalu menyajikan apa yang kita inginkan, betul bahwa terkadang kenyataan jauh dari harapan.IYA, semua pasti pernah mengalami masa sulit dalam kadar kesulitan yang berbedabeda tentunya. lalu mau nya apa ? menimbun tangisan juga ga akan mengubah keadaan :D
"Lalu bagaimana menghadapi penyesalan setelah merasa "gagal" met ? " menghindar ? ya silahkan .. pada kenyataannya menghindar tidak mengubah apapun. ibarat penyakit kronik yang tidak diobati malah bisa membuat orang yang menampungnya "kolaps", mau ?? :D
pertama, IKHLASKANLAH... sesuatu apapun, baik gagal maupun berhasil, adalah atas izin ALLAH, dan setiap izin ALLAH pasti memiliki kebaikan. yakinlah ! :)
kedua,MAAFKANLAH diri sendiri, kalo ga maafkan dan ikhlaskan, luka gak akan jadi pahala, pinter dikit! Allah memberi luka pasti agar kita semakin dekat denganNya :)
ketiga, FIND THE HIKMAH. cobalah menangkap pesan cinta Allah dari sudut yang berbeda, ALLAH maha Adil, setiap cobaan sesuai takaran kemamapuan masing masing, ALLAH aja yakin saya kuat, masa saya gak yakin !! jreng jreng !! jangan bilang beriman kalau gak teruji, jleb jelb !!
daaan kemudian tutuplah dengan titik dua tutup kurung ... alias TERSENYUMLAH..
:).
”Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku; dan mudahkanlah urusanku; dan
lepaskanlah kekakuan dari lidahku; agar mereka mengerti perkataanku.”
(QS Thaahaa [20]: 25-28).
saya tahu sang pemberi ujian sesungguhnya adalah Sang Pemilik Nama yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..Dia melatih mental kita dan Dia tidak pernah mendzalimi kita. tapi kita lah yang mendzalimi diri kita sendiri dengan pikiran-pikiran negatif kita. Allah tidak suka sia-sia, dan rasanya waktu yang kita habiskan untuk terdiam di depan kegagalan itu adalah bentuk kesiaan. latihlah hati untuk memaknai kegagalan dengan lensa keimanan.yakinlah ini bentuk kebaikan yang ALLAH bungkus dengan rasa yang berbeda agar kita berusaha semakin dekat padaNya..
sehingga teman kita boleh kalah dalam mengejar dunia, tapi kita jangan kalah dalam mengejar akhirat :) hehehe
Jadi, selamat kembali ke ALLAH, DIA yang memberi ujian DIA pula yang akan mencarikan jalan keluar, gak ada yang lain Bro !! ujian apapun yahh.. inget loh ! APAPUN :)




