Menggugurkan Amarah
"Lidah adalah amanah"
Demikian kutipan kata-kata dari aa' Gym. Dan selayaknya amanah, apa-apa yang keluar dari bibir kecil kita kelak akan dipertangggung jawabkan di mahkamah nya ALLAH. sayangnya, seringkali kita lalai, bisa saja candaan kita ternyata ibarat pedang tajam yang menghunus hati sahabat kita. Bisa saja nada bicara kita terdengar tinggi oleh orangtua kita :( , tersadar bahwa ini amanah yang harus dijaga agar pada saat dikembalikan nanti tidak dalam keadaan cacat. Dan sepanjang yang saya ingat, memang sulit bagi saya untuk menjaga kata-kata ketika ia sudah meluncur bak hujan deras *seperti malam ini.. deras ..
Siang tadi, sebuah motor bebek biru yang ditumpangi dua orang perempuan muda menabrak motor saya yang sedang berhenti sehingga patahlah pelindung knalpot saya. saya pun diam cukup lama, entah karena otak saya sedang mencerna musibah kilat barusan atau karena saya sedang keroncongan,kurang asupan gizi sehingga bingung untuk mengeluarkan ekspresi maupun kata-kata .haha.. Yang jelas, matahari sedang aktif membakar dan sedang diburu agenda. Look !!!, betapa momen yang sangat pas untuk saya menyulut sumbu amarah saya oleh perbuatan tidak menyenangkan tersebut.
kemudian terlintas dalam pikiran saya, mampukah saya mengendalikan amarah saya? , apa gunanya saya marah? dan pertanyaan yang mendasar "PANTASKAH SAYA MARAH atas kesalahan mereka?" . akhirnya saya memilih diam dan percaya pada mbak-mbak tersebut untuk pergi setelah mereka berjanji mau segera mengganti,tidak ada jaminan bahwa mereka akan kembali -cuma nomer hp- seandainya mbak-mbak tersebut mau kabur sangat-sangat memungkinkan.
Alhamdulillah, tidak lebih dari satu jam, mereka datang kembali membawa ganti.dengan dibantu bapak tukang parkir yang baik hati, beliau tanpa memina imbalan mau memasangkan penutup knalpot yang baru. Bersyukur saya saat itu tidak terpancing emosi dan memilih ikhlas. saya pun makan siang bersama sahabat-sahabat saya, saya lepaskan semua beban pikiran sehingga makan siang saat itu pun tetap nikmat :) dan saya percayakan bahwa ini kehendak ALLAH, bahkan daun yang gugur pun atas kehendak-Nya. mau protes?? hhe..
Subhanallah, indahnya DIAM
"tahukah bahwa apa yan keluar dari mulut kita itu adalah diri kita?" . maksudnya ketika saya mengatakan "kamu LUAR BIASA..." #gaya ariel,hehehe.. pujian itu sebenarnya cerminan pribadi kita. .Dan seandainya saya terbawa emosi dan mengucapkan "dasar. BODOH..", jadi kata-kata'bodoh" yang saya tujukan ke orang lain itu sebenarnya adalah saya. ya itulah saya . saya adalah yang keluar dari mulut saya .
Sepenggal hikmah dari beribu-ribu hikmah yang bisa saya panen dari kejadian yang menimpa saya hari ini adalah mulai sekarang ketika akan marah, tanyakan pada diri sendiri "pantaskah saya marah??" tidak malukah saya pada Allah? memangnya sudah sebaik apa saya sebagai hamba-Nya? . tersadar bahwa mulut ini adalah amanah ALLAH, Begitupun anggota tubuh kita yang lainnya. semoga ALLAH memberi kekuatan kepada kita semua untuk menjaga segala amanahnya yang tersusun menjadi satu tubuh dalam kita.
masa mata indah ini dipake terus buat ngelirik laki-laki ganteng atau perempuan cantik terus, masa telinga yang unik ini dipake terus buat dengerin lagu galau yang melemahkan keimanan, masa kaki yang kuat ini diarahkan terus ke tempat-tempat yang penuh kesia-siaan.. SAYANG BANGET KAN YAAH ?? enggak mauuuu aah.... miapaaa !! haha
quote today : tidak ada manusia yang sempurna yang ada itu orang yang terus memperbaiki diri . itulah hamba yang disayangi bumi dan dirindukan syuga 

